Sunday, June 20, 2010

Bagi Penggemar Shisha! Read this!

Bukak buka Dashboard blogger ni, terlihat 1 post yang menarik perhatian ;p Terima kasih Rabiatul Adawiyah..hehe. Blog mengenai BAHAYA menghisap Shisha. Kalau korang nak tau, menghisap Shisha adalah LEBIH TERUK dari rokok. Sebab ape? Korang pernah bukak x pembalut sebatang rokok? Ala, kirenye, bukak benda benda alah sebab nak tengok ape kat dalam rokok tu?.. Kalau korang tengok rokok, struktur batang rokok tu, kat dalam dia ade 1 cam kapas lembut dan benda benda len lagi. Dan korang nampak x serbuk serbuk kat dalam tu? Ha...serbuk tu la dinamakan tembakau. OK OK, skang korang leh bandingkan x dgn Shisha? Shisha, kalau korang hisap, korang menyedut asap tembakau tu secara terus ke dalam lubang hidung anda. Kalau rokok, still ade penapis lagi (bukan menggalakkan korang hisap rokok plak!). Benda yang cam kapas dalam rokok tu la bertindak sebagai penapis. LAGI 1, kuantiti tembakau dalam Shisha, adalah berkali ganda dari kuantiti tembakau dalam rokok. Walaupun ade pelbagai perisa atau bau, but still, tembakau adalah tembakau.. Silalah sudi untuk membaca sebuah artikel di bawah : )

Pernahkah Anda menghisap shisha? Kegiatan menghirup bau-bauan yang menyenangkan itu ternyata tidak semenyenangkan faktanya. Para peneliti menyebutkan bahwa shisha ternyata sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada rokok.

Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang.

Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.

Selama ini shisha dianggap aman-aman saja dan tidak menimbulkan efek berbahaya. Namun para peneliti dari Department of Health and the Centre for Tobacco Control menyebutkan bahwa sisha sama berbahayanya dengan merokok karena dapat meningkatkan level karbonmonoksida dalam tubuh.

Bahkan, dalam satu sesi kegiatan shisha ditemukan empat hingga lima kali level karbonmonoksida yang lebih banyak dibanding pada rokok yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan tidak sadar.

Ketika Dr Hilary Wareing menemukan fakta itu, ia terkejut dan mengatakan bahwa Shisha sama berbahayanya, bahkan lebih berbahaya dibanding rokok. “Pada tingkat yang sangat parah, shisha bisa lebih berbahaya 400 hingga 450 kali daripada rokok, sangat berbahaya!” ujar Hilary.

Selama ini orang-orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka lewat Shisa. Aktivitas yang diusung oleh kalangan Timur Tengah itu saat ini sudah menjadi tren di beberapa kafe atau pesta.

Banyak orang yang pergi ke tempat shisha merasa aman dan menganggap shisha sebagai alternatif merokok. Hal inilah yang justru menjadi salah konsepsi masyarakat.

“Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok,” jelas Hillary.

Dengan adanya penemuan ini, para peneliti berharap agar para pengguna shisha berpikir dua kali untuk terus melakukan kegiatan itu.

“Semua orang tahu bahwa rokok bisa mematikan, tapi tidak semua orang tahu shisha sama mematikannya dengan rokok,” ujar Hilary